Selasa, 07 Mei 2013

ASAL USUL DESA WOTAY

ASAL USUL DESA WOTAY KECAMATAN TNS
 ( TEON NILA SERUA )

Di Pulau Nila hiduplah seorang  moyang laki-laki dari marga Karesina yang mendiami sebuah tempat/dusun yang  bernama “Sifanan’rerna”. Pada suatu hari beliau pergi mencari ikan untuk makan, sesampainya di pantai ia malakukan proses pencarian umpan untuk panjing. Setelah semuanya siap ia mulai memancing, pada saat itu ia Cuma mendapatkan satu ekor ikan saja. Tetapi anehnya ikan tersebut bisa bicara , lalu ikan tersebut memohon kepada beliau supaya jangan dibunuh melainkan  dipelihara . lalu bapak  itu membawa ikan tersebut ke walang ( rumah kebun ) untuk dipelihara, anehnya pada waktu malam hari tiba ikan tersebut telah berubah wujud menjadi seorang perempuan yang sangat cantik, kemudian ikan yang telah berubah menjadi manusia  itu menghampiri sang bapak yang sedang tertidur lelap dan berkata  seolah-olah untuk membanggunkan bapak tersebut. Kemudian bapak tersebut bangun dan secara spontan langsung terkejut oleh sosok perempuan cantik yang berada di walangnya, lalu beliau bertanya kepada  wanita tersebut siapakah kamu? Kemudian wanita itu menjawab akulah ikan yang tadi kamu tangkap dan pelihara. Tetapi bapak tersebut tidak percaya dan langsung menengok ikan di tempat yang ia simpan, ternyata benar ikan tersebut sudah tidak ada. Kemudian mereka berdua hidup bersama dan memutuskan untuk kawin,dan beranak cuculah mereka sehingga memenuhi tempat tersebut tetapi ada juga orang-orang pendatang yang datang kawin juga dengan mereka dan semakin banyak jumlah mereka di tempat tersebut. Setelah hidup sekian lama kemudian mereka berfikir untuk membentuk suatu dusun atau desa dan memilih seorang pemimpin untuk memimpin mereka agar hidup aman, damai dan tentram. Kemudian mereka bersepakat untuk memberikan nama
”letwory rey’syara” dan juga mempunyai seorang pemimpin yaitu Bapak Karesina tersebut.

Desa letwory rey’syara yang hidup aman damai dengan dipimpin oleh seorang pemimpin yang bijaksana hidup  berpuluh-puluh tahun lamanya dikejutkan dengan datangnya bangsa asing yaitu Bangsa Belanda yang datang memberontak dan mengatur kehidupan dan sistem pemerintahan mereka. Bangsa Belanda yang awalnya datang dengan sikap sopan mereka ,ternyata itulah politik mereka untuk mau menguasai suatu wilayah yang menjadi target wilayah penjajahan mereka. Bangsa Belanda terus menerus menjajah, memberontak dan menguasai segala aspek kehidupan masyarakat desa ‘letwory rey’syara’
Kemudian pada suatu saat penjajah Belanda mengumumkan untuk setiap desa untuk mengutus para pemimpin-pemimpinnya untuk mengikuti pertemuan dengan pimpinan Belanda, yaitu pemimpin dari ke 4 desa yang ada di Pulau Nila yang didalamnya desa letwory rey’syara. Setelah mereka datang dan mengikuti pertemuan mereka di suruh untuk menyebutkan nama dan diutus dari desa mana. Setelah ke tiga desa selesai memperkenalkan namanya masing-masing dan daerah asalnya, kini giliran untuk desa letwory rey’syara
Bapak Karesina maju dan memperkenalkan namanya dan juga nama desa ,tetapi karena nama desa letwory rey’syara terlalu sulit disebutkan oleh pemimpin Belanda para pengikitnya ,makanya pemimpin belanda menggantikan nama desa letwory rey’syara  dengan  nama
desa Wotay . penjajah Belanda tidak tau arti dari wotay tersebut. Mereka hanya lebih nama wotay karena tidak sulit di sebutkan. Mereka tidak tahu bahwa wotay merupakan sebutan bagi bangsa belanda yang menjajah, karena wotay merupakan bahasa daereh yang artinya’ ‘ose pung tai” bahasa ini selalu digunakan untuk sebutan bagi para penjajah belanda.             
Pada saat itulah belanda menggantik nama desa letwory rey’syara  menjadi Desa Wotay. Kehidupan desa wotay awalnya berada di atas pegunungan yang agak jauh dari pinggiran pantai. Tetapi karena pengaruh pendudukan belanda di Pulau nila, akhirnya semua desa yang ada di atas pegunungan semuanya turun dan membangun pemukiman-pemukiman baru yang terletak di pinggiran/pesisir pantai.

Mengapa sampai Desa Wotay berada di Pulau Seram ??
       Pulau Nila terletak jauh dari Pulau Seram, Pulau Nila terletak diantara Pulau Teon dan Pulau Serua .letak ketiga pulau ini lebih dekat dengan kepulauan MBD. proses berpindahnya Desa Wotay dari Pulau Nila ke Pulau Seram di akibatkan karena adanya gunung api yang berada dekat dengan desa wotay. Gunung api tersebut kemudian meletus pada tahun 1976 dan menimbulkan bencana yang sangat dasyat karena letaknya yang sangat dekat dengan desa wotay. Pada bulan oktober 1978 datang tim penanggulangan bencana yang datang dari Ambon untuk mendeteksi apakah gunung api tersebut akan meletus lagi atau tidak, tetapi hasilnya bahwa gunung tersebut akan meletus kembali. Untuk itu tim memerintahkan untuk semua orang yang ada di Pulau Nila, Pulau Teon dan Pulau Serua untuk segera bersiap untuk di evakuasi ke Pulau Seram dan akan ditampatkan di satu wilayah baru yaitu Waipia.
          Pada tahun 1979 pemerintah daerah dari Kota Ambon datang dengan tim penanggulangan bencana mendarat di Pulau Nila dan memerintahkan seluruh masyarakat untuk segera meninggalkan Pulau ini segera karena akan adanya ledakan gunung api lagi. Evakuasi kemudian berlanjut juga kedua pulau lainnya, setelah selesai mengangkut semua masyarakat yang berada di ketiga pulau tersebut perjalanan pun di  lanjutkan menuju ke Pulau Seram tempat tinggal yang baru bagi orang TNS (ketiga Pulau)  setelah 3 hari melakukan perjalanan yang ditempuh dengan jalur laut, maka sampailah rombongan
 orang TNS di dataran Pulau Seram. Akan tetapi orang-orang TNS setelah sampai di  Pulau Seram tidak langsung dataran Waipia karena perumahan-perumahan yang disediakan oleh pemerintah daerah belum 100% selesai. Akhirnya masih ditempatkan di barak-barak yang disediakan yaitu di Desa Makariki
          Pada tanggal 31 desember 1979 masyarakat Desa Wotay dijinkan untuk menempati lokasi yang baru yaitu di dataran Waipia. Pada tanggal 31 desember 1979  tepat jam 9 pagi sehabis melakukan acara perpisahan dengan masyarakat Desa Makariki, barulah warga masyarakat Desa Wotay bersama-sama melakukan perjalanan darat menuju lokasi baru. walaupun perjalanan  ditempuh dengan jalan kaki namun dilalui dengan sukacita. Pada tanggal 1 januari 1980 jam 6 pagi barulah masyarakat Desa Wotay menginjakkan kaki di lokasi baru dataran Waipia.

3 komentar:

  1. Hi,

    do you also speak english? If so, what is this story in English. My grandpa was born in Nila Usliapan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Jachin Letwory,

      I'm Nancy Purmiasa. The story is about history of a village named Wotay, my village, one of the villages in Nila Island. Your grandpa is from Usliapan, another village in Nila Island. So, this is the different story.
      By the way, we are family because my grandma is also Letwory. I'm curious to know if you are the relatives of Om Leo Letwory's Family? As I know, Om Leo's Father and my Father's mom are brother and sister.

      Cheers,
      Nancy Purmiasa

      Hapus
  2. Mau tanya Marga mores itu dari TNS juga apa bukan

    BalasHapus